Never Stop Exploring
…
Bagaimana pun juga aku melihat ada sesuatu yang kontras, bahwa aku sebagai pendaki gunung, yang berjalan di jalan-jalan setapak yang sempit, di tepi gigir kawah yang tipis, di lorong-lorong hutan yang hanya dapat dilalui satu manusia dalam satu saat; aku mengenal suatu sopan santun dan tradisi, tentang saling memberi jalan, mempersilahkan yang berjalan naik untuk terlebih dahulu lewat, membantu yang kesusahan melewati suatu tanjakan, bahkan saling menyapa kepada siapapun manusia yang ditemui di dalam hutan sana.
Di dalam sana juga hidup nilai-nilai solidaritas, bahwa saling membantu dan menolong adalah menjadi wajib bagai hukum yang tak pernah tertuliskan tetapi
terlaksanakan. Bahwa membantu apapun yang dapat dibantu dan saling berbagi kepada sesama manusia yang berada di dalam hutan sana berkilo-kilometer dan
berjam-jam atau berhari-hari perjalanan dari peradaban terdekat adalah sama sekali tidak memberatkan. Minyak tanah, beras, atau kompor gas; tempat berteduh, api penghangat, uluran tangan, atau bahkan hanya seteguk dua teguk teh hangat adalah sangat berarti.
Memang, aku pun tau ada juga pendaki sepertiku yang dengan luar biasa anggunnya meletakkan buagan isi perutnya yang bernama tai di tepi mata air di Kandang
Badak gunung Gede sana, atau yang meninggalkan kaleng kemasan Corned Beef berbau neraka jahanam di puncak Pangrango.
Tapi aku tau, nilai-nilai itu tetap ada. Ketika berjalan sendirian di dalam hutan, tidak ada seorang kawan pun yang telah mendahului di depan dan tidak juga seorang pun mengikuti di belakang, larut dalam pendakian seorang diri, aku tau dengan pasti: Di dalam hutan sana, di dalam gunung di tengah kesendirian,
pertemuan dengan satu mahluk manusia adalah sangat-sangat- sangat menyenangkan.
/pendaki
Bila akhirnya semak belukar menutup jalan setapak dan menghentikan jalan kita untuk kembali pulang…
Dan bila akhinrya, nafas kita berhenti juga disini…
…terkubur bersama ranting dan daun kering yang dingin, apakah itu semua akan tinggal kenangan sia-sia?
Semoga saja tidak!
Tidak bila mayat-mayat kita kelak mampu menitip pesan bahwa gunung bukanlah tempat bermain-main, yang didaki tidak dengan persiapan, yang didaki hanya dengan modal semangat hendak menaklukkan alam…
kawan, gunung bukanlah untuk ditaklukkan, tapi untuk dinikmati…
/pendaki
If I had just one more day I would tell you how much that I’ve missed you. Since you’ve been away, but it’s dangerous It’s so out of line, to try and turn back time…