Never Stop Exploring
Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang-jurangmu, aku akan datang kembali kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu.
Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna, aku berbicara kepadamu tentang cinta dan keindahan dan aku terima kau dalam keberadaanmu seperti kau terima daku.
Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi, sungaimu adalah keabadian tentang tiada, hutanmu adalah misteri segala cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta.
Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi, kau datang kembali dan bicara padaku tentang kehampaan semua.
"Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah."
Dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara, aku terima ini semua melampaui batas-batas hutanmu, melampaui batas-batas jurangmu.
Aku cinta padamu Pangrango… karena aku cinta keberanian hidup!
/gie